1Ketika sudah sampai hari Pentakosta, semua orang percaya berkumpul di satu tempat. # Im. 23:15-21; Ul. 16:9-11 2 Tiba-tiba terdengar bunyi dari langit seperti angin keras meniup. Rumah di mana orang-orang itu sedang duduk seluruhnya penuh dengan bunyi itu. 3 Lalu mereka melihat lidah-lidah seperti nyala api menjalar ke mana-mana dan hinggap pada mereka masing-masing.
GambarA large crowd of people being baptized in a river at the day of Pentecost. Sebelum kematian-Nya, Yesus berfirman kepada para Rasul-Nya bahwa setelah Dia pergi, Bapa akan mengutus “Penghibur, yaitu Roh Kudus” Yohanes 1426. Sebagaimana dijanjikan, Roh Kudus datang kepada Dua Belas Rasul dengan cara yang ajaib pada hari Pentakosta. Tujuan dari pelajaran ini adalah untuk membantu Anda memperdalam pemahaman Anda tentang cara-cara Roh Kudus dapat memberkati Anda dan menolong Anda belajar cara mengundang berkat-berkat itu ke dalam kehidupan Anda. Memperluas kemampuan kita Tentukan seberapa banyak Anda setuju dengan pernyataan berikut pada skala satu sampai tujuh, dan catatlah tanggapan Anda dalam jurnal penelaahan Anda Saya yakin bahwa saya dapat mengenali ketika saya merasakan Roh Kudus dalam kehidupan saya. GambarDiagram with words Strongly Disagree and Strongly Agree. Apa pertanyaan yang Anda miliki mengenai Roh Kudus? Dalam jurnal penelaahan Anda, tulislah judul “Cara-cara Roh Kudus dapat menolong saya.” Bersiaplah untuk menambahkan butir-butir ke dalam daftar sepanjang pelajaran. Sewaktu Anda menelaah hari ini, Anda akan melihat contoh-contoh bagaimana Roh Kudus bekerja dalam kehidupan orang. Pikirkan apa yang Anda dapat pelajari dari contoh-contoh ini tentang bagaimana Roh Kudus dapat bekerja dalam kehidupan Anda. Satu kebenaran yang contoh-contoh ini tekankan adalah bahwa melalui Roh Kudus, Bapa Surgawi menolong kita datang kepada Yesus Kristus. Roh Kudus dicurahkan pada hari Pentakosta. Sebelum kematian-Nya, Yesus mengajarkan kepada para murid-Nya bahwa Bapa Surgawi akan mengutus Roh Kudus kepada mereka setelah Yesus pergi dari bumi. Dia bersaksi bahwa Roh Kudus akan menyediakan penghiburan, memberikan arahan, dan bersaksi tentang Dia lihat Yohanes 1416, 26 ; 1526. Pentakosta adalah hari raya orang Yahudi yang jatuh pada 50 hari setelah perayaan Paskah. Orang Yahudi dari negara-negara sekitar akan melakukan perjalanan ke Yerusalem untuk hari raya ini yang merayakan panen pertama dalam musim itu lihat Penuntun bagi Tulisan Suci, “ Pentakosta ,” Bacalah Kisah Para Rasul 21–8 , mencari bagaimana janji Juruselamat tentang para Rasul menerima Roh Kudus digenapi pada hari ini. Cermati bahwa “lidah-lidah seperti nyala api” di ayat3 merujuk pada manifestasi yang terlihat dari kehadiran Roh. Dalam ayat 4–8 , para Rasul mengalami karunia bahasa, “karunia Roh Kudus yang memperkenankan para individu yang diilhami untuk berbicara dalam, memahami, atau menafsirkan bahasa yang tidak lazim” Penuntun bagi Tulisan Suci, “Bahasa, Karunia ,” Bagaimana Roh Kudus memberkati para murid dan orang-orang yang mendengarkan mereka? Menurut Anda bagaimana karunia bahasa meningkatkan kemampuan para Rasul untuk membantu orang lain datang kepada Kristus? Bagaimana kita dapat mengalami karunia ini sekarang? Pertimbangkan untuk menambahkan wawasan dari ayat-ayat yang telah Anda telaah sejauh ini ke dalam daftar yang Anda buat dalam jurnal penelaahan Anda. Petrus bersaksi tentang Yesus Kristus Kita dapat melihat cara lain Roh Kudus dapat menolong kita dengan melihat tanpa gentarnya Petrus mengajar dan bersaksi. Ingatlah bahwa peristiwa-peristiwa yang digambarkan dalam Kisah Para Rasul 2 terjadi tidak lama setelah Yesus disalibkan, bacalah Kisah Para Rasul 222–24, 32–33, 36 dan carilah bagaimana Roh Kudus menolong Petrus dalam keadaan ini untuk berkhotbah dengan keberanian dan tanpa gentar mengenai Yesus Kristus. Lihat juga Kisah Para Rasul 312–20 . Apa yang telah Anda lihat? Apa yang Anda pelajari dari kisah ini mengenai bagaimana Roh Kudus dapat menolong Anda? Lihat juga Kisah Para Rasul 18 ; 431 . Tambahkan pikiran Anda ke dalam daftar Anda dalam jurnal penelaahan Anda. Dampak dari ajaran-ajaran Petrus terhadap orang lain Roh Kudus memberi dampak kepada mereka yang mendengar ajaran-ajaran Petrus mengenai Yesus Kristus. Bacalah Kisah Para Rasul 237–38, 41 , mencari bagaimana Roh Kudus menolong orang-orang ini. Kata terharu dari ayat 37 berarti menyebabkan kesedihan atau penyesalan dan menyarankan bahwa orang-orang berhasrat untuk berubah. Apa yang menonjol bagi Anda dalam ayat-ayat ini? Bagaimana “hati mereka terharu” membantu orang-orang ini datang lebih dekat kepada Yesus Kristus? ayat 37. Bandingkan apa yang terjadi kepada orang-orang yang Petrus ajar dengan janji yang Allah buat kepada para hamba-Nya dalam Ajaran dan Perjanjian 1005–8 . Apa saja contoh perubahan yang Roh Kudus mungkin ilhamkan untuk kita buat yang akan membantu kita lebih mendekat kepada Yesus Kristus? Pertimbangkan untuk menambahkan wawasan Anda dari Kisah Para Rasul 237–38, 41 ke dalam daftar dalam jurnal penelaahan Anda. Merenungkan apa yang Anda telaah 1. Tinjaulah daftar yang Anda buat dalam jurnal penelaahan Anda tentang cara-cara Roh Kudus dapat membantu Anda. Kemudian jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut dalam jurnal penelaahan Anda Manakah berkat dari Roh Kudus yang paling mengesankan bagi Anda? Mengapa Roh Kudus esensial untuk membantu kita datang kepada Yesus Kristus dan membawa orang lain kepada-Nya? Apa langkah yang dapat saya ambil untuk lebih sepenuhnya menikmati berkat-berkat Roh Kudus? Opsional Ingin Belajar Lebih Banyak? Bagaimana tulisan suci telah membantu kita untuk datang lebih dekat kepada Bapa Surgawi dan Yesus Kristus? Presiden Dallin H. Oaks dari Presidensi Utama mengajarkan GambarOfficial Portrait of President Dallin H. Oaks taken March 2018. Misi Roh Kudus adalah untuk bersaksi tentang Bapa dan Putra lihat Yohanes 1526 ; 2 Nefi 3118 ; 3 Nefi 2811, untuk membimbing kita menuju kebenaran lihat Yohanes 1426 ; 1613, dan untuk memperlihatkan kepada kita segala sesuatu yang hendaknya kita lakukan lihat 2 Nefii 325. Jalur komunikasi pribadi dengan Bapa Surgawi kita melalui Roh Kudus-Nya ini adalah sumber dari kesaksian kita tentang kebenaran, dari pengetahuan kita, dan dari bimbingan pribadi kita dari seorang Bapa Surgawi yang penuh kasih. Itu merupakan fitur penting dari rencana Injil-Nya yang menakjubkan, yang memperkenankan setiap anak-Nya untuk menerima saksi pribadi akan kebenarannya. Dallin H. Oaks, “Dua Jalur Komunikasi,” Ensign atau Liahona, November 2010, 83 Presiden M. Russell Ballard dari Kuorum Dua Belas Rasul bersaksi GambarOfficial portrait of President M. Russell Ballard of the Quorum of the Twelve Apostles, 2004. Ketika individu … merasakan Roh bekerja bersama mereka, atau ketika mereka melihat bukti dari kasih dan belas kasihan Tuhan dalam kehidupan mereka, mereka diteguhkan dan dikuatkan secara rohani serta iman mereka kepada-Nya meningkat. M. Russell Ballard, “Sekaranglah Saatnya,” Ensign, November 2000, 75 Seperti apakah merasakan Roh Kudus, dan bagaimana Anda dapat mengundangnya? Video “Feeling the Holy Ghost” 0317 memberikan contoh cara-cara orang merasakan Roh Kudus. Video ini tersedia di Video “Having the Holy Ghost” 0256, yang terdapat di memberikan contoh cara mengundang Roh Kudus.
Kesimpulan Kisah Para Rasul 1:8 merupakan suatu master plan misi Allah yang Kristus amanatkan kepada para murid. Melalui pertolongan dan kuasa Roh Kudus yang telah dicurahkan para peristiwa Pentakosta, seluruh master plan misi Allah tersebut tergenapi secara progresif. Itulah yang hendak Lukas perlihatkan melalui kitabnya yang kedua, Kisah
Pendahuluan Paulus sebelumnya disebut Saulus berangkat melakukan perjalanan misionarisnya yang pertama dengan Barnabas sebagai rekannya. Mereka mengkhotbahkan Injil dan mendirikan cabang-cabang Gereja di tengah-tengah penganiayaan yang berkelanjutan. Ketika orang Yahudi menolak untuk menerima firman Allah, Paulus dan Barnabas berfokus pada berkhotbah di antara orang bukan Israel. Saran untuk Pengajaran Kisah Para Rasul 131–13 Paulus dan Barnabas berangkat melakukan perjalanan misionaris dan menghardik seorang nabi palsu Sebelum pelajaran, siapkan satu poster kecil yang berbunyi “Tanpa pertentangan” dan satu poster kecil lain yang berbunyi “Pertentangan terus-menerus.” Tempelkan itu di dinding yang berseberangan di ruangan kelas. Mintalah siswa untuk membayangkan ruang di antara poster-poster tersebut sebagai skala yang mewakili tingkat pertentangan yang orang hadapi ketika berusaha untuk menjalankan Injil. Ajaklah siswa untuk berdiri di antara poster-poster tersebut di tempat-tempat yang menurut mereka menunjukkan tingkat pertentangan yang dialami oleh Musa. Mintalah beberapa siswa untuk menjelaskan pilihan lokasi mereka. Ulangi latihan ini dengan meminta siswa untuk berdiri di suatu tempat pada skala pertentangan ini untuk Joseph Smith dan kemudian untuk Nefi. Mintalah beberapa siswa untuk menjelaskan pilihan mereka untuk masing-masingnya. Persilakan siswa kembali ke tempat duduk mereka. Akui bahwa setiap murid Yesus Kristus akan menghadapi pertentangan pada waktu yang berbeda dalam kehidupannya. Mintalah siswa untuk berpikir mengenai di mana mereka akan menempatkan diri mereka di sepanjang skala pertentangan sewaktu mereka mencoba untuk menjalankan Injil. Imbaulah siswa untuk mencari asas-asas sewaktu mereka menelaah Kisah Para Rasul 13–14 yang dapat menolong membimbing mereka ketika mereka menghadapi penentangan dalam upaya mereka untuk hidup dengan saleh. Ringkaslah Kisah Para Rasul 131–6 dengan menjelaskan bahwa sewaktu para nabi dan guru tertentu berkumpul di Antiokhia di Aram, mereka menerima arahan dari Roh Kudus bahwa Saulus belakangan dikenal sebagai Paulus dan Barnabas hendaknya dipanggil untuk mengkhotbahkan Injil bersama. Setelah mereka ditetapkan, Saulus dan Barnabas melakukan perjalanan dari Antiokhia ke Pulau Siprus dan berkhotbah di sinagoge di kota Salamis. Dari sana mereka melakukan perjalanan ke sisi lain pulau ke kota Pafos. Anda mungkin ingin mengajak siswa untuk menemukan Antiokhia dan Siprus pada Peta Alkitab, nomor 13, “Perjalanan-Perjalanan Misionaris Rasul Paulus.” Mintalah seorang siswa untuk membacakan Kisah Para Rasul 136–8 dengan lantang. Mintalah anggota kelas untuk menyimak, dengan mencari apa yang terjadi ketika Saulus dan Barnabas tiba di Pafos. Menurut ayat 7, siapa yang ingin mendengar Injil dari Saulus dan Barnabas? Sergius Paulus, yang adalah wakil gubernur perwakilan Romawi untuk kawasan itu. Penentangan apa yang misionaris hadapi dalam mengajarkan Injil kepada Sergius Paulus? Jelaskan bahwa mulai di Kisah Para Rasul 139, Saulus dirujuk sebagai Paulus. Mintalah seorang siswa untuk membacakan Kisah Para Rasul 139–12 dengan lantang. Mintalah anggota kelas untuk menyimak, dengan mencari bagaimana Paulus menangani pertentangan dari si nabi palsu Elimas. Apa yang Paulus katakan mengenai Elimas di ayat 10? Jelaskan bahwa Paulus menggunakan kata-kata yang keras karena Elimas mencoba mencegah orang lain menerima keselamatan. Menurut ayat 11, apa yang Paulus lakukan kepada nabi palsu tersebut melalui kuasa Allah? Menurut ayat 12, bagaimana menyaksikan kuasa Allah memengaruhi si gubernur? Apa yang dapat kita pelajari dari kisah ini tentang kuasa Allah dibandingkan dengan kuasa iblis? Meskipun siswa mungkin menggunakan kata-kata yang berbeda, pastikan mereka mengidentifikasi kebenaran berikut Kuasa Allah jauh lebih besar daripada kuasa iblis. Anda mungkin ingin menyarankan agar siswa menuliskan kebenaran ini dalam tulisan suci mereka di samping Kisah Para Rasul 139–12. Ajaklah siswa untuk merenungkan bagaimana memahami bahwa kuasa Allah jauh lebih unggul daripada kuasa iblis dapat membantu kita sewaktu kita menghadapi pertentangan dalam kehidupan kita. Ajaklah beberapa siswa untuk berbagi gagasan mereka dengan anggota kelas. Kisah Para Rasul 1314–43 Paulus menuturkan kembali sejarah orang Israel dan bersaksi bahwa Yesus Kristus datang dalam penggenapan dari janji-janji Allah Ajaklah siswa untuk memikirkan tentang kesalahan yang telah mereka buat yang membuat mereka berharap mereka dapat mundur kembali dan menghapusnya. Jelaskan bahwa terkadang pertentangan yang kita hadapi terjadi karena pilihan-pilihan penuh dosa kita sendiri. Imbaulah siswa untuk mencari suatu asas sewaktu mereka menelaah Kisah Para Rasul 1314–43 yang dapat membantu mereka mengatasi pertentangan ini. Ringkaslah Kisah Para Rasul 1314–37 dengan menjelaskan bahwa Paulus dan Barnabas meninggalkan Siprus dan berlayar ke Pamfilia di zaman sekarang Turki, yang setelahnya salah seorang rekan mereka, Yohanes, memutuskan untuk meninggalkan mereka dan pulang ke rumah. Paulus dan Barnabas melanjutkan ke Antiokhia di Pisidia jangan dikacaukan dengan Antiokhia di Aram, dari mana mereka memulai misi mereka. Pada Sabat di sana, Paulus berdiri di hadapan orang-orang di sinagoge dan menuturkan kembali peristiwa-peristiwa dari sejarah orang Israel. Paulus kemudian bersaksi tentang Yesus Kristus sebagai Juruselamat Israel yang dijanjikan. Ajaklah siswa untuk membaca Kisah Para Rasul 1326–34 dalam hati, mencari apa yang Paulus ajarkan mengenai Yesus Kristus. Apa yang Paulus inginkan agar mereka di sinagoge tersebut pahami mengenai Yesus Kristus? Mintalah seorang siswa untuk membacakan Kisah Para Rasul 1338–39 dengan lantang. Ajaklah anggota kelas untuk menyimak, dengan mencari berkat-berkat apa yang Paulus ajarkan dapat kita terima melalui Pendamaian Yesus Kristus. Berkat-berkat apa yang dapat kita terima karena Yesus Kristus dan Pendamaian-Nya? Menggunakan kata-kata siswa, tuliskan kebenaran berikut di papan tulis Kita dapat diampuni dari dosa-dosa kita dan memperoleh pembebasan [dibenarkan] melalui Pendamaian Yesus Kristus. Jelaskan bahwa kata memperoleh pembebasan [dibenarkan], sebagaimana digunakan di ayat 39, berarti “dimaafkan [atau diampuni] dari hukuman bagi dosa dan dimaklumkan tak bersalah” Penuntun bagi Tulisan Suci, “Pembenaran,” Ketika seseorang dibenarkan melalui Pendamaian Yesus Kristus, hubungannya dengan Allah kembali dijadikan beres. Bagaimana Pendamaian Yesus Kristus memperkenankan kita dibenarkan dari dosa-dosa kita? Untuk membantu siswa memahami ajaran tersebut, mintalah seorang siswa untuk membacakan dengan lantang pernyataan berikut oleh Penatua D. Todd Christofferson dari Kuorum Dua Belas Rasul GambarPenatua D. Todd Christofferson “Yesus menderita dan menyerahkan nyawa-Nya untuk mendamaikan dosa-dosa. Kuasa Pendamaian-Nya dapat menghapus dampak dari dosa di dalam diri kita. Ketika kita bertobat, kasih karunia pendamaian-Nya membenarkan dan membersihkan kita lihat 3 Nefi 2716–20. Itu adalah seolah-olah kita tidak menyerah kalah, seolah-olah kita tidak tunduk pada godaan” “Supaya Mereka Menjadi Satu Sama Seperti Kita,” Ensign atau Liahona, November 2002, 71. Apa yang harus kita lakukan agar diampuni dari dosa-dosa kita dan dibenarkan melalui Pendamaian Yesus Kristus? Siapa saja beberapa orang dari tulisan suci yang diampuni dari dosa-dosa mereka dan dibenarkan melalui Pendamaian Yesus Kristus? Beberapa contoh dapat mencakup Paulus, Alma yang Muda, dan Enos. Ajaklah siswa untuk menyanyikan dua bait pertama dari “Ku Berdiri Kagum” Nyanyian Rohani, nomor 82. Imbaulah mereka untuk mencari sewaktu mereka menyanyi bagaimana penulis nyanyian pujian tersebut mengungkapkan rasa syukurnya atas Pendamaian dan pengampunan Juruselamat. Mintalah siswa untuk menjawab pertanyaan berikut dalam buku catatan kelas atau jurnal penelaahan tulisan suci mereka atau pada selembar kertas Apa perasaan yang Anda miliki terhadap Yesus Kristus ketika Anda berpikir tentang bagaimana Pendamaian-Nya memungkinkan bagi Anda untuk diampuni dari dosa-dosa Anda? Setelah waktu yang memadai, ajaklah beberapa siswa untuk berbagi apa yang mereka tuliskan. Imbaulah siswa untuk mengikuti dorongan apa pun yang mungkin telah mereka terima dari Roh Kudus untuk membantu mereka menerima pengampunan dan pembenaran melalui Pendamaian Yesus Kristus. Ringkaslah Kisah Para Rasul 1340–43 dengan menjelaskan bahwa setelah khotbah Paulus, banyak orang bukan Israel meminta Paulus untuk mengajar kembali pada Sabat berikutnya. Kisah Para Rasul 1344–52 Paulus dan Barnabas berkhotbah dengan berani terlepas dari meningkatnya penganiayaan. Jelaskan bahwa pada hari Sabat berikutnya, hampir seluruh kota datang untuk mendengar Paulus dan Barnabas mengajarkan Firman Allah lihat Kisah Para Rasul 1344. Bagilah siswa menjadi pasangan-pasangan dan ajaklah mereka untuk membaca Kisah Para Rasul 1344–52 bersama. Instruksikan satu siswa dalam setiap pasangan untuk mencari sikap dan tindakan orang Yahudi serta siswa lainnya untuk mencari sikap dan tindakan orang bukan Israel sewaktu orang-orang berkumpul untuk mendengarkan Paulus dan Barnabas. Jelaskan bahwa Terjemahan Joseph Smith dari Kisah Para Rasul 1348 [tidak disertakan dalam PTS] mengubah penggalan terakhir ayat tersebut hingga berbunyi “dan sebanyak yang percaya ditahbiskan pada kehidupan kekal.” Ketika siswa telah selesai membaca, mintalah setiap pasangan siswa untuk membandingkan dan mengontraskan tindakan dan sikap orang Yahudi dengan tindakan dan sikap orang bukan Israel. Berkat-berkat apa yang datang kepada mereka yang bersedia untuk mendengarkan Paulus dan rekan-rekannya? Kisah Para Rasul 14 Paulus dan Barnabas melaksanakan mukjizat-mukjizat sewaktu mereka mengkhotbahkan Injil di tengah-tengah penganiayaan yang berkelanjutan Tuliskan pertanyaan berikut di papan tulis Mengapa Tuhan memperkenankan orang yang baik mengalami pencobaan yang sulit? Ajaklah siswa untuk mencari suatu asas sewaktu mereka menelaah Kisah Para Rasul 14 yang dapat membantu mereka memahami satu cara untuk menjawab pertanyaan ini. Jelaskan bahwa Kisah Para Rasul 141–21 menggambarkan beberapa di antara kesukaran-kesukaran yang Paulus dan Barnabas derita sewaktu mereka melanjutkan berkhotbah. Ajaklah beberapa siswa untuk membacakan ayat-ayat berikut dengan lantang, dan mintalah anggota kelas untuk menyimak, dengan mencari kesukaran-kesukaran yang misionaris hadapi. Kisah Para Rasul 141–2 Orang Yahudi yang tidak percaya menghasut orang bukan Israel melawan Paulus dan Barnabas. Kisah Para Rasul 148–18 Setelah Paulus menyembuhkan seorang lumpuh, orang-orang di Listra berpikir Paulus dan Barnabas adalah dewa-dewa Yunani dan berusaha untuk mempersembahkan kurban kepada mereka. Kisah Para Rasul 1419–20 Paulus dirajam dan dihidupkan kembali. Kesukaran apa yang harus Paulus dan Barnabas derita? Pikiran apa yang mungkin Anda miliki seandainya Anda berada bersama Paulus dan Barnabas selama pencobaan-pencobaan ini? Mintalah seorang siswa untuk membacakan Kisah Para Rasul 1422 dengan lantang. Mintalah anggota kelas untuk menyimak, dengan mencari apa yang Paulus ajarkan tentang kesukaran. Asas apa yang Paulus ajarkan di ayat ini? Siswa mungkin menggunakan kata-kata yang berbeda tetapi hendaknya mengidentifikasi asas yang serupa dengan yang berikut Sewaktu kita dengan setia melewati kesukaran, kita akan siap untuk memasuki kerajaan selestial. Dengan cara apa menurut Anda menanggung kesukaran dengan setia dapat mempersiapkan kita untuk kerajaan selestial? Mintalah siswa untuk merenungkan berkat-berkat yang datang kepada mereka atau kepada orang-orang yang mereka kenal sewaktu mereka dengan setia telah melewati kesengsaraan. Ajaklah beberapa siswa untuk berbagi pengalaman mereka. Ingatkan siswa bahwa mereka hendaknya tidak berbagi pengalaman yang terlalu sakral atau pribadi. Pertimbangkan untuk berbagi pengalaman pribadi Anda sendiri yang dapat lebih lanjut mengilustrasikan asas ini dan bersaksi mengenai kebenarannya. Imbaulah siswa untuk merenungkan kebenaran-kebenaran yang mereka identifikasi dari Kisah Para Rasul 13 dan 14 serta memilih satu yang akan paling menolong mereka selama pencobaan. Sediakan kartu catatan kecil atau secarik kertas untuk setiap siswa, dan ajaklah siswa untuk menuliskan asas yang mereka pilih di kartu tersebut. Imbaulah siswa untuk memasangnya di tempat mereka akan sering kali melihatnya cermin, lemari loker sekolah, dan sebagainya untuk memberikan kekuatan dan dorongan ketika mereka menghadapi pencobaan.
8-1b) Pada waktu itu mulailah penganiayaan yang hebat 1 terhadap jemaat di Yerusalem. Mereka semua, kecuali rasul-rasul, tersebar n ke seluruh daerah Yudea dan Samaria. o 8:2 Orang-orang saleh menguburkan mayat Stefanus serta meratapinya dengan sangat. 8:3 Tetapi Saulus p berusaha membinasakan jemaat itu q dan ia memasuki rumah demi rumah dan menyeret laki-laki dan perempuan ke luar dan
Kehidupan kekristenan adalah kehidupan yang dipimpin oleh Roh Kudus. Menjadi orang Kristen tidak cukup hanya mulut yang mengaku percaya kepada Yesus. Tidak cukup hanya tubuh yang dibawa beribadah ke gereja. Tidak cukup hanya sekedar terlibat dalam pelayanan. Menjadi orang Kristen berarti seluruh hidup kita dipimpin oleh Roh Kudus. Hidup dalam pimpinan Roh kudus artinya kita membuka hati untuk Roh Kudus dan menundukkan diri pada kehendak Tuhan. Kisah Para Rasul 21-13 adalah kisah pencurahan Roh Kudus yang terjadi pada perayaan Pentakosta di Yerusalem. Pada pencurahan Roh Kudus itu ada hal-hal yang terjadi melalui simbol yang kelihatan maupun yang kedengaran yaitu bunyi seperti tiupan angin yang keras, lidah – lidah api dan kesaksian tentang perbuatan besar Allah dalam berbagai bahasa. Api berfungsi menyucikan karena itu orang yang hidupnya dipimpin oleh Roh Kudus akan menunjukan perubahan hidup ke arah yang lebih baik. Api selalu menyebar dan membakar. Demikian juga Roh Kudus dan karyanya selalu menjangkau dan menyebar kuasa dan kasih Allah. Angin dan api melambangkan kehadiran Allah di tengah kehidupan umat. Allah hadir di tengah umat, dalam kuasa dan kasihNya. Dalam kehadiran Roh Kudus ada mujizat para murid dapat bersaksi tentang Tuhan dengan berbagai bahasa dari orang – orang yang hadir di Yerusalem saat itu. Roh Kudus memberi kuasa menjadikan apa yang tidak mungkin menjadi mungkin. Roh Kudus menggerakan para murid menjadi saksi bagi bangsa – bangsa. Berbagai bangsa mendengar tentang Allah dengan Bahasanya masing – masing. Injil bukan hanya untuk satu bangsa atau satu Bahasa saja. Injil didengar dalam berbagai Bahasa agar orang – orang dari berbagai bangsa dan Bahasa dipersatukan dalam Kasih Kristus. Hari ini dalam perayaan Pentakosta I akan berlangsung juga Peneguhan 1 orang dalam jabatan Penatua dan Pembaptisan Kudus bagi 2 orang anak. Firman Tuhan memberi pesan bagi kita Roh Kudus yang yang telah dicurahkan itu masih tetap bekerja sampai sekarang. Bukalah hati untuk Roh Kudus agar apinya menyucikan kita dari perbuatan – perbuatan dosa. Hidup dalam pimpinan Roh Kudus berarti kita bersedia dikoreksi, ditegur dan diarahkan apabila langkah kita mulai menyimpang dari Firman Tuhan. Roh Kudus menyembuhkan hati yang terluka, membersihkan hati yang kotor, membentuk hati yang keras menjadi hati yang selalu bersyukur. Roh Kudus memulihkan hati agar tidak menyimpan kemarahan atau prasangka apalagi dendam. Itulah tanda hidup kita dipimpin oleh Roh Kudus. Ketika kita memberi diri untuk dipimpin Roh Kudus maka Roh Kudus akan berkarya di dalam kita dan memberi kita kekuatan untuk menghadapi segala sesuatu. Ada saat-saat di mana kita merasa sudah kehilangan akal dalam menghadapi masalah, bahkan mengalami jalan buntu, tetapi kalau kita selalu berada dalam pimpinan Roh Kudus, maka kita dapat mengerti jalan mana yang harus kita tempuh atau keputusan apa yang harus diambil. Roh Kudus adalah Roh Penghibur dan Penolong, yang menuntun kita, dan memberi jalan keluar untuk masalah yang kita hadapi. Kuasa Roh menaungi gereja dan orang percaya untuk memberitakan Injil dengan berani. Juga memperlengkapi dan mengutus orang percaya untuk pergi ke seluruh dunia membawa berita Injil itu. Mari mulai dari diri kita sendiri. Mungkin Tuhan sedang menggerakkan hati kita untuk menyerahkan diri memenuhi panggilan-Nya. Jangan tunda apalagi tolak panggilan-Nya. Allah dalam kuasa RohNya memanggil kita untuk menjadi saksiNya dalam kehidupan kita sehari-hari, melalui perbuatan kasih kita, melalui kebaikan hati kita, melalui telinga-telinga yang mau mendengar keluh kesah orang lain, dan melalui tindakan juga melalui teladan hidup kita. Alangkah indahnya jika setiap orang Kristen memberi dirinya senantiasa dipimpin dan dikuasai Roh Kudus, sehingga Roh Kudus dapat berkarya dalam kehidupan setiap orang Kristen untuk kemuliaan Tuhan. "Jikalau kita hidup oleh Roh, baiklah hidup kita juga dipimpin oleh Roh," Galatia 525. Tuhan memberkati.
Edition: Volume 1, Nomor 2, Desember 2019 Page : 101-111 Prinsip Pertumbuhan Gereja Mula-Mula Ditinjau Dari Kisah Para Rasul 2:1-47 Dan Aplikasinya Bagi Gereja Masa Kini Ferderika Pertiwi Ndiy & Susanto Sekolah Tinggi Teologi Simpson Email: thyndiy95@ Church growth is an important study in church history. The Bible has
Ketika tiba hari Pentakosta, semua orang percaya berkumpul di satu tempat. Tiba-tiba turunlah dari langit suatu bunyi seperti tiupan angin keras yang memenuhi seluruh rumah, di mana mereka duduk; dan tampaklah kepada mereka lidah-lidah seperti nyala api yang bertebaran dan hinggap pada mereka masing-masing. Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya. Waktu itu di Yerusalem diam orang-orang Yahudi yang saleh dari segala bangsa di bawah kolong langit. Ketika turun bunyi itu, berkerumunlah orang banyak. Mereka bingung karena mereka masing-masing mendengar rasul-rasul itu berkata-kata dalam bahasa mereka sendiri. Mereka semua tercengang-cengang dan heran, lalu berkata ”Bukankah mereka semua yang berkata-kata itu orang Galilea? Bagaimana mungkin kita masing-masing mendengar mereka berkata-kata dalam bahasa kita sendiri, yaitu bahasa yang kita pakai di negeri asal kita kita orang Partia, Media, Elam, penduduk Mesopotamia, Yudea dan Kapadokia, Pontus dan Asia, Frigia dan Pamfilia, Mesir dan daerah-daerah Libia yang berdekatan dengan Kirene, pendatang-pendatang dari Roma, baik orang Yahudi maupun penganut agama Yahudi, orang Kreta dan orang Arab, kita mendengar mereka berkata-kata dalam bahasa kita sendiri tentang perbuatan-perbuatan besar yang dilakukan Allah.” Mereka semuanya tercengang-cengang dan sangat termangu-mangu sambil berkata seorang kepada yang lain ”Apakah artinya ini?” Tetapi orang lain menyindir ”Mereka sedang mabuk oleh anggur manis.”
AyatAlkitab Kisah Para Rasul 2:1-5. Judul Renungan; Puncak Dari Sebuah Penantian Janji Allah Kepada Para Murid Kisah Para Rasul 2:1-5 (TB) Ketika tiba hari Pentakosta, semua orang percaya berkumpul di satu tempat. Tiba-tiba turunlah dari langit suatu bunyi seperti tiupan angin keras yang memenuhi seluruh rumah, di mana mereka duduk; dan tampaklah kepada mereka lidah-lidah seperti nyala api
Boks Temuan Konteks Pentakosta 21 Ketika tiba hari Pentakosta 1, t semua orang percaya berkumpul u di satu tempat. 22 Tiba-tiba turunlah dari langit suatu bunyi seperti tiupan angin keras yang memenuhi seluruh rumah, di mana mereka duduk; v 23 dan tampaklah kepada mereka lidah-lidah seperti nyala api yang bertebaran dan hinggap pada mereka masing-masing. 24 Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus 3, w lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain 4, x seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya. 25 Waktu itu di Yerusalem diam orang-orang Yahudi yang saleh y dari segala bangsa di bawah kolong langit. 26 Ketika turun bunyi itu, berkerumunlah orang banyak. Mereka bingung karena mereka masing-masing mendengar rasul-rasul itu berkata-kata dalam bahasa mereka sendiri. 27 Mereka semua tercengang-cengang z dan heran, lalu berkata “Bukankah mereka semua yang berkata-kata itu orang Galilea? a 28 Bagaimana mungkin kita masing-masing mendengar mereka berkata-kata dalam bahasa kita sendiri, yaitu bahasa yang kita pakai di negeri asal kita 29 kita orang Partia, Media, Elam, penduduk Mesopotamia, Yudea dan Kapadokia, b Pontus c dan Asia, d 210 Frigia e dan Pamfilia, f Mesir dan daerah-daerah Libia yang berdekatan dengan Kirene, g pendatang-pendatang dari Roma, 211 baik orang Yahudi maupun penganut agama Yahudi, orang Kreta dan orang Arab, kita mendengar mereka berkata-kata dalam bahasa kita sendiri tentang perbuatan-perbuatan besar yang dilakukan Allah.” 212 Mereka semuanya tercengang-cengang dan sangat termangu-mangu sambil berkata seorang kepada yang lain “Apakah artinya ini?” 213 Tetapi orang lain menyindir “Mereka sedang mabuk oleh anggur manis 5. h” [21]1 Full Life PENTAKOSTA. Nas Kis 21 Hari Pentakosta merupakan hari raya terbesar yang kedua dalam tarikh Yahudi. Peristiwa ini merupakan perayaan penuaian setelah panen gandum ketika hulu hasil dipersembahkan kepada Allah lih. Im 2317. Demikianlah hari Pentakosta bagi gereja melambangkan awal penuaian jiwa-jiwa oleh Allah dalam dunia. [22]2 Full Life TIUPAN ANGIN KERAS … DAN … LIDAH-LIDAH SEPERTI NYALA API. Nas Kis 22-3 Penyataan-penyataan lahiriah ini mempertunjukkan bahwa Allah hadir dan bertindak dengan suatu cara yang luar biasa bd. Kel 31-6; 1Raj 1838-39. “Api” mungkin sekali melambangkan penyucian dan pemisahan orang-orang percaya kepada Allah bagi pekerjaan memuliakan Kristus Yoh 1613-14 dan bersaksi bagi Dia Kis 18. Kedua penyataan ini mendahului baptisan dalam Roh dan tidak diulang lagi di Kisah Para Rasul. [24]3 Full Life PENUHLAH MEREKA DENGAN ROH KUDUS. Nas Kis 24 Apakah makna dari kepenuhan dengan Roh pada hari Pentakosta? 1 Itu berarti dimulainya penggenapan janji Allah dalam Yoel 228-29 untuk mencurahkan Roh-Nya atas semua manusia pada hari-hari terakhir bd. Kis 14-5; Mat 311; Luk 2449; Yoh 133; lihat cat. –> Yoel 228-29. [atau ref. Yoel 228-29] 2 Karena hari-hari terakhir dari zaman akhir ini telah mulai ayat Kis 217; bd. Ibr 12; 1Pet 120 semua orang diperhadapkan dengan tantangan untuk menerima atau menolak Kristus, Kis 319; Mat 32; Luk 133; lihat cat. –> Kis 217. [atau ref. Kis 217] 3 Para murid “diperlengkapi dengan kekuasaan dari tempat tinggi” Luk 2449; bd. Kis 18, yang menyanggupkan mereka bersaksi untuk Kristus, menginsafkan orang akan dosa, kebenaran dan penghakiman Allah sehingga mereka berbalik dari dosa kepada keselamataan dalam Kristus bd. Kis 413,33; 68; Rom 1519; lihat cat. –> Kis 18; lihat cat. –> Yoh 168. [atau ref. Kis 18; Yoh 168] 4 Roh Kudus menyatakan sifat-Nya sebagai Roh yang rindu dan berusaha demi penyelamatan orang dari setiap bangsa. Mereka yang menerima baptisan dalam Roh dipenuhi dengan kerinduan yang sama demi penyelamatan umat manusia ayat Kis 238-40; 412,33; Rom 91-3; 101. Jadi, hari Pentakosta merupakan awal dari penginjilan dunia ayat Kis 26-11,39; Kis 18. 5 Para rasul menjadi pelayan Roh. Mereka bukan hanya memberitakan Yesus yang disalibkan dan dibangkitkan, menuntun orang lain kepada pertobatan dan iman kepada Kristus, tetapi mereka juga mempengaruhi orang-orang bertobat untuk menerima “karunia-karunia Roh Kudus” ayat Kis 238-39 yang sudah mereka terima pada hari Pentakosta. Hal menuntun orang lain untuk menerima baptisan Roh Kudus adalah kunci karya rasuli dalam PB lih. Kis 817; 917-18; 1044-46; 196. 6 Lewat baptisan dalam Roh ini para pengikut Kristus menjadi orang-orang yang melanjutkan karya Kristus dalam dunia ini. Dalam kuasa Roh Kudus, mereka terus melakukan dan mengajarkan hal-hal yang sama “yang dikerjakan dan diajarkan Yesus” Kis 11; lihat cat. –> Yoh 1412; [atau ref. Yoh 1412] lihat art. TANDA-TANDA ORANG PERCAYA. [24]4 Full Life MULAI BERKATA-KATA DALAM BAHASA-BAHASA LAIN. Nas Kis 24 Untuk pembahasan tentang berbahasa roh pada hari Pentakosta dan dalam gereja, serta kemungkinan adanya bahasa roh palsu, lihat art. BERKATA-KATA DENGAN BAHASA ROH. [213]5 Full Life ANGGUR MANIS. Nas Kis 213 Yun. _gleukos_ Pada umumnya yang dimaksudkan adalah sari buah anggur yang tidak difermentasi. Mereka yang mengejek murid-murid Yesus mungkin menggunakan istilah ini dan bukan kata PB yang lebih umum untuk anggur oinos karena mereka percaya bahwa murid-murid Yesus hanya menggunakan jenis anggur semacam ini. Dalam hal ini, ejekan mereka diucapkan dengan nada sarkastis.
. 286 361 343 53 238 467 349 267
kesimpulan dari kisah para rasul 2 ayat 1 sampai 13